Monday, 28 March 2016

Tingkah Polos Balita Di Era Digitalisasi







Aisar Alfa Rizqi itulah nama panjang anak dari Papah Metal, alfa sekarang baru berumur satu tahun lebih namun keaktifannya membuat saya senang apalagi setiap saya memainkan alat musik seperti gitar atau piano alfa dengan tingkah polosnya selalu memberikan kode yang keluar dari bibir mungilnya dan berkata papaapa uaah uaah sambil menjulurkan jemari lentiknya, pertanda alfa ingin ikut memainkan alat musik tersebut, kalo tidak di turuti sudah pasti menjerit dan menangis sekencang-kencangnya hahahaha saya pun tertawa terbahak-bahak melihat tingkahnya yang polos lucu dan menggemaskan.

Sebagai orang tua mungkin sama seperti hal nya orang tua yang lain ketika melihat anak seusianya dimana fase-fase itu sedang dalam tahap pengenalan keadaan sekitar dan justru di seuisa itu harus dalam pengawasan extra, orang tua mengikuti alur dan naluri sianak, terkadang cape juga sihhh tapi rasa cape itu hilang seketika dikala melihat keceriaan sibalita berkembang.

Di era modernisasi dan serba digital ini tentu kebanyakan orang tua merasa risih melihat perkembangan sianak karena usia diatas 1 tahun saja sianak sudah mengenal yang namanya gadget seperti handphone, tablet dan lain-lain sebagai bahan mainan, yang lebih magic nya lagi gadget menjadi cara ampuh membuat sianak jadi lebih anteng dengan memainkan aplikasi yang ada didalamnya, meskipun digadget tersebut terdapat berbagai macam aplikasi edukasi namun tidak sedikit anak-anak hanya menggunakan aplikasi game saja dan bukan aplikasi edukasi bahkan yang dihawatirkan lagi sianak bisa mengakses dan browsing internet  melihat konten-konten yang tidak sepatutnya dikonsumsi oleh anak seusianya.

Hal semacam ini lah peran orang tua harus benar-benar extra mengedukasi kepada anak-anak kita agar menggunakan gadget sesuai porsi dan peran sebagai anak se usianya, berat memang namun inilah dampak digitalisasi ada yang positif juga ada yang negatif namun dari pada itu semua bergantung kepada peran-peran kita sebagai orang tua untuk lebih mengutamakan tumbuh kembang anak-anak kita agar menjadi dewasa yang bermoral dan bermartabat.

Selain dari pada itu dampak kesehatan anak-anak juga akan rentan terganggu akibat dari radiasi frekuensi gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh handphone dan tablet berikut ini ulasannya.

Anak berisiko tinggi
Anak-anak lebih rentan terhadap radiasi yang dipancarkan gadget, karena:
  1. Anak lebih banyak menyerap energi (dalam hal ini radiasi) daripada orang dewasa karena memiliki ukuran kepala dan otak yang lebih kecil, tulang tengkorak yang lebih tipis, telinga yang lebih elastis, jumlah sel darah yang lebih sedikit, dan sel saraf yang sedang giat bertumbuh.
  2. Sel-sel pada anak tumbuh dan berkembang lebih cepat daripada orang dewasa, sehingga sel tersebut rentan berubah menjadi kanker. Jika demikian, penyebarannya akan lebih dahsyat.
  3. Sistem kekebalan tubuh pada anak-anak belum sesempurna orang dewasa, sehingga lebih lemah dalam menangkal gangguan akibat penetrasi radiasi.
  4. Dibanding orang dewasa, anak-anak zaman sekarang sudah terpapar teknologi nirkabel sejak kecil sehingga waktu ‘bersentuhan’ dengan radiasi lebih panjang.
Penelitian Gandhi dkk. memperlihatkan bahwa ketika radiasi dari gadget memasuki kepala, orang dewasa menyerapnya sebanyak 25%, anak usia 10 tahun sebanyak 50%, dan tertinggi pada anak usia 5 tahun, yaitu 75%.  Oleh karenanya, risiko radiasi ini akan lebih besar pada anak yang sudah ‘akrab’ dengan gadget di usia kurang dari 16 tahun.
Gangguan tidur
Jika anak susah tidur ataupun terlihat ngantuk walaupun jam tidurnya cukup, coba cek durasi dan cara penggunaan gadgetnya apakah berlebihan atau tidak. Penelitian neuropsikobiologi oleh Mann K dan Roschke J pada 1996 membuktikan bahwa radiasi elektromagnetik dari telepon genggam menyebabkan gangguan pada 4 fase tidur yang seharusnya dilewati anak saat terlelap. Menggunakan headset yang terkoneksi dengan gadget  selama tidur juga menyebabkan susah tidur, sakit kepala, mudah bingung, dan depresi.

Gangguan penglihatan
Penggunaan mobile gadget terlalu sering pada anak juga dapat enyebabkan kerusakan pada sistem penglihatan. Radiasinya menginduksi rusaknya ikatan kromosom pada sel epitel pada kornea mata dan meningkatkan suhu pada bagian dalam mata untuk penggunaan gadget dalam waktu lama. Perubahan suhu tersebut dapat meningkatkan risiko katarak dan menurunkan tingkat akurasi lensa mata.
Gangguan belajar
The Russian National Committee in Non-Iionizing Radiation Protection dengan tegas menyebutkan bahwa menggunakan telepon harus dibatasi. Mereka menemukan bahwa jika tidak dilakukan hal tersebut secara jangka pendek dapat menyebabkan gangguan ingatan, penurunan kemampuan memperhatikan, serta menganggu kemampuan belajar dan berpikir. Dan dalam jangka panjang menimbulkan bahaya depresi serta kerusakan struktur saraf otak.
Risiko kanker
Banyak penelitian menyebutkan bahwa penggunaan berlebihan akan gadget, khususnya telepon genggam, dapat menyebabkan kanker. Penggunaan lebih dari 10 tahun secara konsisten lebih dari 20 menit per hari dapat meningkatkan risiko terkena kanker otak, yakni glioma (kanker sel glial, yakni sel yang menyokong sistem saraf pusat) dan acoustic neuroma (tumor jinak pada sel yang berhubungan dengan pendengaran di otak).
Radiasi gelombang elektromagnetik dari gadget memang tak terlihat, efeknya pun tak instan terasa. Oleh karenanya berhati-hati dengan berlaku bijak dalam membolehkan anak menggunakan gadget menjadi kuncinya.
Catatan pentingnya adalah….
  1. Gunakan headset atau speakerphone jika anak bicara mengunakan telepon genggam.
  2. Matikan jaringan data atau wireless pada malam hari atau saat tidak digunakan untuk meminimalisasi paparan radiasi.
  3. Matikan gadget pada malam hari dan letakkan jauh dari tempat tidur anak. Jangan menyimpan di dekat bantal atau membiarkan si kecil tertidur bersama gadgetnya.
  4. Biasakan anak mengonsumsi makananan bergizi, perbanyak sayuran hijau,  dan tidur cukup di kamar yang tanpa cahaya sebagai pemulihan alami akan materi genetik sel yang sudah terpapar radiasi.
Ingat, hampir semua perusahaan gadget menyebutkan dalam buku panduannya untuk setidaknya berjarak 2,5 inci dari gadget saat menggunakannya.

Artikel Terkait

Tingkah Polos Balita Di Era Digitalisasi
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email