Wednesday, 30 March 2016

Home Studio Recording

Kalau berbicara masalah musik sudah barang tentu bukan hal yang asing lagi ditelinga alunan nada dan irama yang menghasilkan sebuah instrument menjadi indah membuat penikmatnya merasa terhibur, bukan hanya penikmatnya saja melainkan sang eksekutor/pemain dibuat hanyut dalam melakoni perannya.

Tentu bukan hal yang gampang mengemas sebuah lagu agar enak didengar, karena dibalik semua itu ada peran penting yang terlibat yaitu adanya seorang Komposer, Arranger, Song Writer dan Sound engineering hingga menghasilkan sebuah kemasan lagu berkualitas baik.
hmmmmm yah pokoknya kira-kira begitu deh hehehe

Baiklah Para pengunjung, disini saya mau membahas tentang Home Studio Recording yang dalam perkembanganya, Home Recording ini kian popular dimasyarakat ditengah-tengah himpitan carut marutnya industri musik indonesia saat ini justru pelaku home studio recording semakin menjamur, selain ini kegiatan kreatif dan positif home studio recording juga menjadi salah satu objek ladang rupiah, dimana di eranya semakin banyak pelakon seni terutama anak muda yang ingin menyalurkan bakatnya dan merekam karyanya untuk dipublikasikan kehalayak ramai, apalagi dengan mengeluarkan biaya yang tidak terlalu mahal namun dengan hasil rekaman lagu yang tidak mengecewakan (bagus) dan ini adalah salah satu pilihan bagi mereka yang ingin mengabadikan karyanya.

Alby Home Studio Recording adalah salah satu dari ribuan home recording yang ada 


Beralamat di Jln. raya ciruas tegal jetak kabupaten serang provinsi banten dan dibuka dengan harga dibawah ini :

Song trak + mixing & mastering (nonsift) digital drum :Rp.500.000/song
-tex instrument :Rp;50.000/hours
-mixing & mastering : Rp.200.000/song
-burning master track +dvd-R :RP.10.000 dvd/R
-burning audio cd + cd-R : RP.5000/cd-R

Alby Home Studio sendiri sudah memproduksi ribuan rekaman lagu band-band indie banten, terutama di wilayah serang timur seperti :
Apakah anda berminat utnuk merekam lagu-lagu anda di Alby Home Studio Recording? harga yang menurut saya termasuk murah tapi dengan kualitas yang tidak murahan tentunya, Pas untuk kantong pengangguran seperti saya ini hehehehe

Jika berminat silahkan hubungi Teddy sang arranger jenius sekaligus sound engineering
contact person :0859-3000-0590

Semoga artikel ini bermanfaat
Terima kasih sudah berkunjung diblog papah metal.
     

Monday, 28 March 2016

Tingkah Polos Balita Di Era Digitalisasi







Aisar Alfa Rizqi itulah nama panjang anak dari Papah Metal, alfa sekarang baru berumur satu tahun lebih namun keaktifannya membuat saya senang apalagi setiap saya memainkan alat musik seperti gitar atau piano alfa dengan tingkah polosnya selalu memberikan kode yang keluar dari bibir mungilnya dan berkata papaapa uaah uaah sambil menjulurkan jemari lentiknya, pertanda alfa ingin ikut memainkan alat musik tersebut, kalo tidak di turuti sudah pasti menjerit dan menangis sekencang-kencangnya hahahaha saya pun tertawa terbahak-bahak melihat tingkahnya yang polos lucu dan menggemaskan.

Sebagai orang tua mungkin sama seperti hal nya orang tua yang lain ketika melihat anak seusianya dimana fase-fase itu sedang dalam tahap pengenalan keadaan sekitar dan justru di seuisa itu harus dalam pengawasan extra, orang tua mengikuti alur dan naluri sianak, terkadang cape juga sihhh tapi rasa cape itu hilang seketika dikala melihat keceriaan sibalita berkembang.

Di era modernisasi dan serba digital ini tentu kebanyakan orang tua merasa risih melihat perkembangan sianak karena usia diatas 1 tahun saja sianak sudah mengenal yang namanya gadget seperti handphone, tablet dan lain-lain sebagai bahan mainan, yang lebih magic nya lagi gadget menjadi cara ampuh membuat sianak jadi lebih anteng dengan memainkan aplikasi yang ada didalamnya, meskipun digadget tersebut terdapat berbagai macam aplikasi edukasi namun tidak sedikit anak-anak hanya menggunakan aplikasi game saja dan bukan aplikasi edukasi bahkan yang dihawatirkan lagi sianak bisa mengakses dan browsing internet  melihat konten-konten yang tidak sepatutnya dikonsumsi oleh anak seusianya.

Hal semacam ini lah peran orang tua harus benar-benar extra mengedukasi kepada anak-anak kita agar menggunakan gadget sesuai porsi dan peran sebagai anak se usianya, berat memang namun inilah dampak digitalisasi ada yang positif juga ada yang negatif namun dari pada itu semua bergantung kepada peran-peran kita sebagai orang tua untuk lebih mengutamakan tumbuh kembang anak-anak kita agar menjadi dewasa yang bermoral dan bermartabat.

Selain dari pada itu dampak kesehatan anak-anak juga akan rentan terganggu akibat dari radiasi frekuensi gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh handphone dan tablet berikut ini ulasannya.

Anak berisiko tinggi
Anak-anak lebih rentan terhadap radiasi yang dipancarkan gadget, karena:
  1. Anak lebih banyak menyerap energi (dalam hal ini radiasi) daripada orang dewasa karena memiliki ukuran kepala dan otak yang lebih kecil, tulang tengkorak yang lebih tipis, telinga yang lebih elastis, jumlah sel darah yang lebih sedikit, dan sel saraf yang sedang giat bertumbuh.
  2. Sel-sel pada anak tumbuh dan berkembang lebih cepat daripada orang dewasa, sehingga sel tersebut rentan berubah menjadi kanker. Jika demikian, penyebarannya akan lebih dahsyat.
  3. Sistem kekebalan tubuh pada anak-anak belum sesempurna orang dewasa, sehingga lebih lemah dalam menangkal gangguan akibat penetrasi radiasi.
  4. Dibanding orang dewasa, anak-anak zaman sekarang sudah terpapar teknologi nirkabel sejak kecil sehingga waktu ‘bersentuhan’ dengan radiasi lebih panjang.
Penelitian Gandhi dkk. memperlihatkan bahwa ketika radiasi dari gadget memasuki kepala, orang dewasa menyerapnya sebanyak 25%, anak usia 10 tahun sebanyak 50%, dan tertinggi pada anak usia 5 tahun, yaitu 75%.  Oleh karenanya, risiko radiasi ini akan lebih besar pada anak yang sudah ‘akrab’ dengan gadget di usia kurang dari 16 tahun.
Gangguan tidur
Jika anak susah tidur ataupun terlihat ngantuk walaupun jam tidurnya cukup, coba cek durasi dan cara penggunaan gadgetnya apakah berlebihan atau tidak. Penelitian neuropsikobiologi oleh Mann K dan Roschke J pada 1996 membuktikan bahwa radiasi elektromagnetik dari telepon genggam menyebabkan gangguan pada 4 fase tidur yang seharusnya dilewati anak saat terlelap. Menggunakan headset yang terkoneksi dengan gadget  selama tidur juga menyebabkan susah tidur, sakit kepala, mudah bingung, dan depresi.

Gangguan penglihatan
Penggunaan mobile gadget terlalu sering pada anak juga dapat enyebabkan kerusakan pada sistem penglihatan. Radiasinya menginduksi rusaknya ikatan kromosom pada sel epitel pada kornea mata dan meningkatkan suhu pada bagian dalam mata untuk penggunaan gadget dalam waktu lama. Perubahan suhu tersebut dapat meningkatkan risiko katarak dan menurunkan tingkat akurasi lensa mata.
Gangguan belajar
The Russian National Committee in Non-Iionizing Radiation Protection dengan tegas menyebutkan bahwa menggunakan telepon harus dibatasi. Mereka menemukan bahwa jika tidak dilakukan hal tersebut secara jangka pendek dapat menyebabkan gangguan ingatan, penurunan kemampuan memperhatikan, serta menganggu kemampuan belajar dan berpikir. Dan dalam jangka panjang menimbulkan bahaya depresi serta kerusakan struktur saraf otak.
Risiko kanker
Banyak penelitian menyebutkan bahwa penggunaan berlebihan akan gadget, khususnya telepon genggam, dapat menyebabkan kanker. Penggunaan lebih dari 10 tahun secara konsisten lebih dari 20 menit per hari dapat meningkatkan risiko terkena kanker otak, yakni glioma (kanker sel glial, yakni sel yang menyokong sistem saraf pusat) dan acoustic neuroma (tumor jinak pada sel yang berhubungan dengan pendengaran di otak).
Radiasi gelombang elektromagnetik dari gadget memang tak terlihat, efeknya pun tak instan terasa. Oleh karenanya berhati-hati dengan berlaku bijak dalam membolehkan anak menggunakan gadget menjadi kuncinya.
Catatan pentingnya adalah….
  1. Gunakan headset atau speakerphone jika anak bicara mengunakan telepon genggam.
  2. Matikan jaringan data atau wireless pada malam hari atau saat tidak digunakan untuk meminimalisasi paparan radiasi.
  3. Matikan gadget pada malam hari dan letakkan jauh dari tempat tidur anak. Jangan menyimpan di dekat bantal atau membiarkan si kecil tertidur bersama gadgetnya.
  4. Biasakan anak mengonsumsi makananan bergizi, perbanyak sayuran hijau,  dan tidur cukup di kamar yang tanpa cahaya sebagai pemulihan alami akan materi genetik sel yang sudah terpapar radiasi.
Ingat, hampir semua perusahaan gadget menyebutkan dalam buku panduannya untuk setidaknya berjarak 2,5 inci dari gadget saat menggunakannya.

Thursday, 25 February 2016

Perkembangan Musik Metal

Musik Metal Dan Suropati Band

Musik metal/underground ??? hmmmm terdengar seram bising suara vokal tidak jelas, tidak laku dipasaran indonesia, yang paling ekstrim adalah menyesatkan, ya begitulah waktu itu yang ada dalam fikiran saya, namun anggapan semua itu ternyata salah meskipun ada band-band luar negri atau band lokal indonesia yang memakai atribut dan ritual yang dianggap menyesatkan, berkembangnya musik cadas diindonesia terlebih di pelosok negri khususnya didaerah saya serang banten yang makin banyak peminatnya khusunya kaum muda mudi apalagi ada band lokal beraliran metal yang baru muncul tapi sudah naik daun dan sudah lumayan banyak penggemarnya manggung dibeberapa kota pulau jawa dan luar pulau jawa yang masih eksist hingga saat ini tidak lain adalah suropati band.

Dan atas dasar inilah saya digelitik rasa penasaran mengenai musik metal yang sekarang sedang in diindonesia khususnya didaerah serang banten, saya mencoba mendengarkan lagu-lagunya baik dari segi musik, aranger maupun lyriknya saya terus putar ulang untuk bisa meresapi dan memahami isi lagunya, ternyata inti sari dari lagu-lagu tersebut menceritkan tentang kondisi sosial, tentang kematian, tentang alam yang diracik dengan penuh amarah dan eksplorasi jiwa.

Perkembangan musik metal diindonesia sendiri sebenarnya dari dulu sudah dipengaruhi oleh band-band cadas luar negri seperti Led Zeppelin, Deep Purple, Black Sabbath yang merupakan komoditasnya musik metal yang dinaungi oleh industi musik major label amerika sehingga melahirkan pionir awal pergerakan musik underground indonesia seperti God Bless, Giant Step, SAS, Super Kids dan masih banyak yang lainnya yang tidak bisa disebutkan semuanya, waktu itu di era tahun 1970.

Namun karena pada waktu itu adopsinya hanya sebatas musikalitas dan fashion saja sementara isu-isu sosial tidak tersentuh sma sekali dan memilih memproduksi karya dengan lyrik yang dinilai aman.
puncaknya di era akhir 1980 dan masuk awal 1990 dimana diujung berung terjadi "shock culture" akibat lahan agrarisnya dirubah oleh investor mejadi lahan industri yang sarat dengan polusi, kultur bertani dan bercocok tanam yang kental dirubah menjadi kultur buruh yang akhirnya membuat mereka bersifat asosial yang berdampak negative pada perilaku secara umum dan muncul konflik-konflik kepentingan skala lokal.

Singkat saja ulasan dari saya, takut pengunjung jadi males membacanya karena artikelnya terlalu panjang hehehe, dan percuma juga kalo artikelnya sama semua tetapi dapat copy paste, saya hanya menceritakan apa adanya yang ada di nalar saya serta sedikit pengalaman saya dimusik, diblog tetangga sudah banyak yang mengulas tentang sejarah musik metal/underground secara detail, saya hanya menjelaskan perkembangan musik cadas di daerah saya saja yaitu serang banten,yang sekarang kian pesat berkembang dan sudah banyak dinikmati oleh pendengarnya dan diterima dihati peminatnya
kemungkinan besar pengunjung blog ini sudah pada tau tentang sejarah musik metal diindonesia, atau mungkin ada yang belum tau sejarahnya?

Kalo pengunjung pengen lebih jelas mengenai sejarah perkembangan musik metal diindonesa, pergerakan orde lama dan orde baru musik ekstrim indoensia serta supremasi kota ujung berung sebagai kota underground silahkan cari ditetangga sebelah yah.

terima kasih sudah berkunjung di blog papah metal